Konsultan Psikologi Serial Tentang Bullying

Konsultan Psikologi Serial Tentang Bullying

Tanggal 12 Februari lalu, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, Biometric Indonesia memulai kerja sama sebagai konsultan psikologi dengan sebuah serial TV berjudul 7 Hari Sebelum 17 Tahun. Sebuah tayangan original dari Stro Tv yang berlatar belakang kehidupan remaja di sekolah dengan berbagai problemanya.

Tapi yang menarik, salah satu topik besar yang diangkat adalah mengenai bullying atau perundungan. Sebuah masalah yang tidak lepas dari dunia remaja yang masih mencari jati diri. Biometric Indonesia dalam kesempatan ini menjadi konsultan psikologi dan memberikan layanan konsultasi bagi para korban perundungan di dunia nyata.

Silahkan hubungi nomor 0812-1896-2802 untuk informasi lengkap dan pendaftaran. Layanan ini adalah bagian dari layanan konseling online yang dimiliki oleh Biometric Indonesia.

Kepedulian Stro pada kasus Bullying di Indonesia ini memang tidak setengah-setengah karena partisipasi Biometric Indonesia diharapkan dapat menjadi sarana yang tepat bagi para korban bullying untuk berkonsultasi.

Kami berharap film ini dapat menjadi wadah bagi mereka yang mengalami perundungan atau Bullying, This is the time to speak out, let’s cope this with us, you are not alone” Ujar Rangga Nattra, sutradara dari serial 7 Hari Sebelum 17 Tahun ini.

Filmnya mulai tayang tanggal 14 Februari. Silahkan unduh aplikasi Stro Tv di play store dan app store untuk menonton 🙂

Stro Tv adalah penyedia layanan konten streaming Indonesia atau VOD (Video on Demand) yang tidak hanya menayangkan film-film blockbuster, tapi juga tayangan karya anak bangsa dengan genre yang unik.

konsultan psikologi serial tv

Mengenal Bahasa Cinta Pasangan

Mengenal Bahasa Cinta Pasangan

“Hai sayang, I love you “
“Aku masakin kesukaan kamu, baju untuk kerja sudah aku siapin”
“Sayang, ini kado untuk kamu”
“Sini kita nonton film bareng” *sambil diusap ubun-ubun
Rasanya sudah memberikan semuanya kepada pasangan,tapi kok sepertinya masih ada saja ya yang kurang?
Atau jangan-jangan dia enggak sayang aku lagi ?
Dalam menjalin sebuah hubungan, penting untuk tahu apa bahasa cinta kamu maupun pasangan. Tanpa adanya komunikasi yang jelas soal hal tersebut, bisa saja ungkapan rasa sayang yang kamu berikan tidak terasa oleh pasangan, begitu pun sebaliknya.
Misalnya, bahasa cinta kamu adalah Quality Time dan si dia adalah Receiving Gifts. Bisa terjadi perselisihan hanya karena ternyata kita belum memberikan bahasa cinta yang dibutuhkan oleh pasangan kita.
Bahasa cinta sendiri adalah suatu konsep cara pandang terhadap kebutuhan yang dirasakan oleh pasangan dalam menjalani suatu relasi. Menurut Chapman dalam buku nya “five love languages” ada lima bahasa cinta :

  1. Words of Affirmation, Seseorang akan merasa dicintai ketika mendapat dukungan verbal seperti pujian dan komentar positif seperti “kamu cantik hari ini”, atau “I love you”.
  2. Quality Time, Kebutuhan untuk menghabiskan waktu berdua dengan pasangan. Misalnya buat yang LDM (long distance married) menyempatkan waktu untuk videocall disaat tengah sibuk.
  3. Acts of Service, Pasangan merasa dicintai ketika menerima bantuan dari pasangannya. Misalnya, “sayang aku bantu ya cuci piring”
  4. Receiving Gift, Seseorang akan merasa dihargai saat memberikan kado atau hadiah yang diberikan. Seperti ,”aku pesenin kamu makan siang, nanti ambil ya dilobby”
  5. Physical Touch, seseorang akan merasa dicintai saat diberi pelukan atau sentuhan sebagai tanda sayang. Misalnya, diusap kepala saat sedang nonton film berdua

Dengan mengetahui bahasa cinta Anda dan pasangan, Anda pun akan lebih menghargai cara si dia dalam menunjukkan rasa sayang, begitu pun sebaliknya.
Cara mengetahuinya sesederhana dengan menanyakan langsung atau memperhatikan dengan cara apa yang paling membuatnya nyaman. Anda pun sebaiknya mengomunikasikan hal tersebut agar bisa mendapat bentuk rasa sayang yang seutuhnya.
Cara lainnya adalah dengan melakukan analisa kepribadian, yang salah satu caranya dengan Tes Sidik Jari Biometric.
Kalau Anda dan pasangan gimana cara menunjukan rasa sayangnya? Coba tulis di kolom komentar… 🙂